Saat denting waktu melewati, aku tersentak sendiri.
Bingar itu menyialkan kala dinihari.
Perlahan terduduk di tepi pintu terkopak keluli, aku benci.
Bermain dalam fikiran ahh setan sekali!
Pedih ini untuk apakah?
Luka ini atas alasan manakah?
Kecewa benar.
Sisi sisi hitam mampir
Dan aku hanya mampu denial.
No comments:
Post a Comment